Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan agenda rutin Presiden Ke-8 RI itu untuk menerima laporan langsung terkait dengan perkembangan program-program pemerintah.
“Ini memang kebiasaan beliau seperti ini, tentu untuk sekali lagi mendapatkan laporan, mengecek program-program yang sudah dicanangkan, termasuk apakah masih ada kendala yang dihadapi, untuk bisa dicarikan jalan keluar,” ujar Prasetyo kepada wartawan.
Beberapa usulan baru dari para menteri juga sempat disampaikan dalam pertemuan itu, dan menurut Prasetyo, Prabowo telah memberikan lampu hijau atas sejumlah inisiatif tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo disebut fokus membahas isu-isu strategis, termasuk ketahanan pangan dan energi. Menurut Prasetyo, swasembada pangan menjadi prioritas utama pemerintahan saat ini.
“Pangan bagi kita itu menjadi hal yang utama, kita harus menjamin ketersediaan pangan,” tegasnya.
Selain itu, roadmap penguatan ketahanan energi juga dibahas, dengan tujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi impor.
Topik lain yang mengemuka adalah pemberdayaan masyarakat, yang dipaparkan langsung oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhaimin Iskandar. Pemerintah juga menyepakati sejumlah langkah untuk mendorong program padat karya, terutama di sektor pertanian dan perikanan.
“Sektor perikanan ini potensinya sangat besar, selain padat karya, juga berperan penting dalam meningkatkan asupan protein bagi rakyat kita,” ujar Prasetyo.
Terkait dengan pertanyaan mengenai pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada malam di Kertanegara, Prasetyo menegaskan bahwa isu tersebut tidak dibahas dalam pertemuan malam ini.
“Malam ini benar-benar fokus ke beberapa program pemerintah yang sudah kita canangkan,” kata Prasetyo Hadi.
