Protes dimulai, di mana masyarakat menuntut pemerintah memberikan layanan maksimal di bidang Kesehatan.
Tuntutan ini akhirnya menjadi bentrokan yang terjadi dengan aparat hingga menyebabkan 3 orang tewas.
Menurut laporan AFP, demonstrasi menyebabkan kekerasan terjadi antara masyarakat dan aparat kepolisian di beberapa kota kecil.
Di mana tiga orang diduga tewas ditembak oleh polisi yang “dalam pembelaan yang sah” mengatakan korban menyerbu stasiun di desa Lqliaa, dekat Agadir.
Selain itu, dilaporkan pula ratusan orang telah ditangkap dan hampir 300 orang-sebagian besar anggota pasukan keamanan-terluka dalam bentrokan kata Kementerian Dalam Negeri.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa 80 gedung publik dan swasta serta ratusan mobil telah dirusak.
Penyebab Demo Muncul dan Memanas
Demo yang memanas ini berawal dari gerakan online oleh kelompok Gen Z 212 yang dipicu dari kasus meninggalnya delapan ibu hamil di rumah sakit umum (RSU) Agadir.
Para demonstran menganggap kematian tersebut sebagai bukti kelemahan sektor kesehatan publik, yang semakin memperparah ketidakpuasan atas kesenjangan sosial.
Masyarakat kemudian menyerukan pemerintah untuk terbuka dan transparan membuat ruang-ruang Kesehatan lebih layak diakses masyarakat.
Di Tetouan, di wilayah utara Maroko, ratusan orang berkumpul, meneriakkan slogan-slogan seperti “rakyat menginginkan diakhirinya korupsi” dan “kebebasan, martabat, dan keadilan sosial”.
Kemudian di kota Casablanca bagian barat, para pengunjuk rasa meneriakkan “rakyat menginginkan pendidikan dan kesehatan”. Sementara di ibu kota Rabat, belasan orang berkumpul di depan gedung parlemen, menurut laporan AFP.
Selain tuntutan reformasi layanan sosial, khususnya layanan kesehatan dan pendidikan. Gen Z juga mendesak pemberantasan korupsi dan pengunduran diri Perdana Menteri Aziz Akhannouch yang masa jabatannya berakhir tahun depan.
Pada Jumat malam, ratusan orang berunjuk rasa di berbagai kota, termasuk Rabat dan Agadir.
