Dilansir Reuters, sejumlah negosiator Israel yang dipimpin Menteri Urusan Strategis Ron Dermer akan berunding dengan negosiator Hamas di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh.
Sedangkan negosiator Hamas dipimpin oleh Khalil Al-Hayya. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Mesir sejak selamat dari serangan Israel di Doha, ibu kota Qatar, bulan lalu.
Menurut Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, 48 sandera yang berada di Gaza akan dibebaskan melalui perundingan ini, di mana 20 di antaranya masih hidup.
“Kita akan segera tahu apakah Hamas serius atau tidak berdasarkan bagaimana perundingan teknis ini berjalan, terutama dari segi logistik,” katanya.
Diketahui, Trump mengumumkan rencana 20 poin yang bertujuan untuk mengakhiri pertempuran di Gaza, pembebasan sandera yang tersisa, dan memberikan kehidupan yang layak bagi warga Gaza. Hamas telah menyetujui beberapa dari rencana tersebut.
Namun, Hamas menolak beberapa poin lainnya seperti seruan untuk pelucutan penggunaan senjata.
Bersamaan dengan upaya perdamaian tersebut, diberitakan Al Jazeera, tentara Israel masih melancarkan serangan yang menewaskan 24 warga Palestina.
Salah satu jurnalis Al Jazeera, Hani Mahmoud, menyebut serangan masih berlangsung di sekitar tempat pengungsian warga Gaza yang belakangan ini terus berpindah-pindah tempat mencari tempat berlindung.
Sebagai informasi, Hamas menangkap 250 orang sejak Oktober 2023, dengan 48 orang masih ditahan di Gaza, dan sekitar 20 diyakini masih hidup. Lebih dari 450 tentara Israel tewas saat melakukan agresi militer ke Palestina.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas melaporkan lebih dari 66.000 warga Palestina tewas sejak Oktober 2023. Serangan Israel juga memicu kelaparan di wilayah Gaza, panel PBB pun menyebut Israel melakukan genosida.