Kategori: bisnis parfum merek sendiri

  • Link Lowongan Kerja PLN bagi D3 Hingga S2, Dibuka 1 Oktober 2025

    Link Lowongan Kerja PLN bagi D3 Hingga S2, Dibuka 1 Oktober 2025

    JAKARTA – PT PLN (Persero) kembali membuka lowongan kerja per 1 Oktober 2025 bagi D3 dan S2 untuk seluruh putera-puteri di Indonesia.Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa lowongan kerja PLN merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

    “Melalui rekrutmen ini, PLN mengajak generasi muda Indonesia untuk bergabung, berkontribusi, dan menjadi bagian dari transformasi energi bersih, pembangunan infrastruktur kelistrikan yang andal, serta digitalisasi sistem kelistrikan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Darmawan dalam keterangan resmi.

    Darmawan menuturkan bahwa rekrutmen lowongan kerja PLN diharapkan bisa membawa optimisme generasi muda Indonesia di tengah berbagai tantangan dan dinamika global melalui bakti karya bersama perseroan. parfum lokal

    Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto mengatakan bahwa  lowongan kerja ini terbuka bagi lulusan Diploma 3 (D3), Sarjana/Diploma 4 (S1/D4), dan Magister (S2) dari berbagai jurusan yang relevan.

    Berikut link pendaftaran lowongan kerja PLN yang mulai dibuka pada 1 Oktober 2025 bisa diakses melalui situs resmi rekrutmen.pln.co.id.

    “PLN berkomitmen menghadirkan proses rekrutmen yang profesional, transparan, dan berbasis kinerja. Kami mengundang talenta terbaik bangsa untuk bergabung dalam memastikan akses energi yang merata, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujar Didi.

    Didi melanjutkan, pada rekrutmen tahun ini PLN juga membuka kesempatan bagi difabel untuk turut berkontribusi dalam membangun sektor energi nasional.

    “Program ini menjadi bentuk dukungan terhadap prinsip inklusi sosial dalam ketenagakerjaan, sekaligus memperluas akses bagi difabel untuk berkarya di sektor energi nasional,” ujarnya.

    PLN mengimbau kepada para pelamar kerja untuk berhati-hati terhadap maraknya penipuan terkait rekrutmen karyawan yang mengatasnamakan PLN. PLN juga tidak melakukan korespondensi terkait rekrutmen dan tidak memungut biaya apapun selama pelamar mengikuti seleksi yang diselenggarakan PLN. parfum lokal

    Selain itu, tidak ada sistem refund atau penggantian biaya transportasi dan akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan seleksi.

    “Untuk rekrutmen, kami tegaskan, PLN tidak memungut biaya apapun kepada peserta rekrutmen ataupun calon pegawai. Pendaftaran hanya dilakukan melalui website resmi rekrutmen.pln.co.id,” pungkas Didi.

    Parfum AXL

  • Cara Daftar Program Magang Fresh Graduate Gaji UMP, Buka 15 Oktober 2025

    Cara Daftar Program Magang Fresh Graduate Gaji UMP, Buka 15 Oktober 2025

    JAKARTA — Pemerintah akan meluncurkan program magang lulusan perguruan tinggi (maksimal fresh graduate satu tahun) pada 15 Oktober 2025. Calon pelamar bisa mendaftar lewat platform SIAPkerja.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku telah melakukan rapat dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk membahas program magang fresh graduate tersebut pada Senin pagi. parfum lokal

    “Program magang itu disiapkan di [platform] SIAPkerja, dan SIAPkerja itu tadi features-nya sudah kami lihat, kemudian dibahas technical detail, dan program ini diharapkan nanti bisa launching tanggal 15 Oktober,” ungkap Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

    Oleh sebab itu, sambungnya, pemerintah akan melakukan sosialisasi dengan perusahaan-perusahaan. Diharapkan, masing-masing perusahaan bisa memaparkan jumlah lowongan kerja yang diperlukan untuk diisi oleh para fresh graduate.

    Cara Daftar Program Magang Fresh Graduate

    Airlangga menjelaskan, nantinya para fresh graduate bisa mengakses laman SIAPkerja ( untuk mendaftar program magang tersebut dan melihat informasi terkait lowongan kerja yang dibutuhkan.

    “Sekarang di SIAPkerja sudah diketahui jumlah lulusan yang satu tahun terakhir, karena itu terhubung data Kemdiktisaintek. Jadi lulusannya sudah ada, sehingga nanti mereka yang mendaftar, kalau lulusnya memang dalam satu tahun itu sudah ada database-nya di sana,” jelas Airlangga.

    Adapun nantinya peserta program magang akan mendapatkan biaya upah selama enam bulan yang ditanggung oleh pemerintah. Upah itu sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP) di daerah masing-masing.

    Sebelumnya, Airlangga mengungkap pemerintah akan terus menambah kuota peserta program magang fresh graduate hingga 100.000 orang. Jumlah itu jauh lebih tinggi dari yang angka awal yang diumumkan pemerintah.

    Dalam pengumuman awal pada 15 September lalu, Airlangga mengungkapkan penerima manfaat program magang fresh graduate itu hanya 20.000 orang. Hanya saja, pemerintah menyiapkan opsi perluasan jumlah peserta apabila minat dari lulusan maupun kebutuhan dunia usaha meningkat.

    “Ini per batch 20.000 [penerima manfaat] sampai dengan Maret [2026]. Namun apabila demand-nya meningkat, pemerintah akan terus dorong lagi sampai dengan 100.000,” kata Airlangga ketika memberi sambutan di Kagama Leaders Forum #3 di Kantor RRI, Jakarta. parfum lokal

    Politisi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa program akan berjalan dalam dua tahap, yakni tiga bulan pertama pada Oktober—Desember 2025 dan ditambah tiga bulan berikutnya pada Januari—Maret 2026.

    Airlangga pun mendorong perusahaan BUMN, swasta, maupun pelaku usaha terutama di sektor digital untuk membuka diri menerima peserta magang fresh graduate itu.

    “Dengan kesempatan kerja ini, kita berharap bahwa mereka yang lulus bisa langsung masuk ke lapangan kerja,” katanya.

    Airlangga mencatat bahwa setiap tahun terdapat sekitar 1 juta lulusan perguruan tinggi. Dengan target peserta program magang fresh graduate mencapai 100.000, sambungnya, pemerintah berkomitmen memberikan buffer atau penyangga untuk sekitar 10% dari jumlah lulusan perguruan tinggi.

    Parfum AXL

  • Magang Nasional Dibuka Besok, Simak 627 Daftar Perusahaan dari BUMN hingga Swasta

    Magang Nasional Dibuka Besok, Simak 627 Daftar Perusahaan dari BUMN hingga Swasta

    JAKARTA – Program Magang Nasional bergaji upah minimum regional (UMR) bakal segera dibuka mulai 7 September 2025.Dilansir dari laman maganghub.kemnaker.go.id pada pukul 16.00 WIB, terdapat 627 perusahaan yang telah terdaftar untuk menerima peserta magang fresh graduate.

    Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri atas perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) dan perusahan swasta ternama nasional.

    Untuk perusahaan BUMN di antaranya adalah PT Bank Negara Indonesi (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT PLN (Persero) Tbk., PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

    Sementara itu, perusahaan swasta yang membuka lowongan Magang Nasional di antaranya adalah PT Ramayana Lestari Sentosa, PT Bank Mega Tbk., PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, dan GS Battery.

    Syarat Magang Nasional

    Sementara itu, dilansir dari Antara pada Rabu (24/9/2025), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Program Magang Nasional ditujukan untuk seluruh para lulusan baru tanpa melihat status sosial.

    “Konsepnya bukan bantuan sosial, tapi ini konsepnya untuk pembukaan lapangan kerja, walaupun itu sifatnya sementara,” kata Menaker Yassierli. parfum lokal

    Kementerian Ketenagakerjaan kini tengah menyiapkan platform khusus untuk perusahaan maupun calon peserta magang mendaftar dalam program ini.

    Jadwal Magang Nasional

    Dia menargetkan platform tersebut bisa selesai akhir September 2025, sehingga selanjutnya dapat dilakukan pendaftaran pada Oktober.

    Nantinya, lewat platform itu, perusahaan maupun calon peserta magang mendaftar dalam program ini.

    “Jadi seperti aplikasi Siap Kerja ya. Bukan (seperti program) Prakerja. Perusahaan juga akan mendaftar dengan mencantumkan detil informasi seperti apa, nanti ada proses pemadanan data, dibantu oleh Kemendiktisaintek, dan kemudian bagaimana kita mendistribusikan 20.000 (kuota calon peserta magang),” kata Yassierli.

    Program Magang Nasional masuk dalam Paket Stimulus Ekonomi 2025 sebagai salah satu dari delapan agenda prioritas pemerintah untuk mempercepat pembangunan nasional.

    Skema ini menyasar para lulusan baru atau fresh graduate dengan target 20.000 peserta pada tahun pertama pelaksanaan. Paket Stimulus Ekonomi 2025 adalah upaya pemerintah untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja. parfum lokal

    Stimulus ekonomi ini terdiri dari 8 program akselerasi pada 2025, 4 program lanjutan di 2026, dan 5 program penyerapan tenaga kerja.

    Parfum AXL

  • JMFW 2026: Penunjuk Arah Tren ”Modest Fashion” 

    JMFW 2026: Penunjuk Arah Tren ”Modest Fashion” 

    Bukan semata memiliki keindahan alam dan tradisi yang kaya, Indonesia juga punya kekayaan eksplorasi dalam mengembangkan industri mode. Salah satunya adalah busana modest fashion (busana santun) yang menyemarakkan keberlangsungan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026.

    Acara besar untuk modest fashion tersebut diluncurkan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyebutkan, JMFW bertujuan menampilkan tren modest fashion dan membangun ekosistem fashion nasional.

    ”Kami ingin menampilkan tren modest fashion masa depan melalui JMFW sehingga bisa menjadi kiblat modest fashion dunia. Kalau kita sudah mengetahui trennya, masyarakat akan lebih tertarik untuk memakainya,” katanya di Jakarta.

    Tujuan tersebut berjalan beriringan dengan keinginan agar ekosistem mode Indonesia semakin kuat terhubung dari hulu ke hilir. Budi juga menambahkan bahwa dengan kehadiran JMFW, industri tekstil bisa berkembang sehingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun bertumbuh dan daya beli masyarakat meningkat.

    Keberlangsungan JMFW pada tahun kelimanya ini mengukuhkan posisi Indonesia dalam memopulerkan modest fashion. Dengan gelora yang baru, JMFW mengusung tema ”Essential Lab”.

    Tema ini merujuk pada keberadaan JMFW 2026 sebagai laboratorium fashion dalam menentukan arah modest fashion Indonesia. JMFW 2026 hadir bukan hanya perihal memamerkan koleksi busana, melainkan juga soal rangkaian besar dalam memetakan arah gaya berpakaian hingga memperluas jangkauan antara pelaku usaha fashion dan pasar dalam ataupun luar negeri. parfum lokal

    Banyak gaya

    Dalam kesempatan ini, JMFW 2026 menampilkan keberagaman gaya jenis pakaian. Kesepuluh model yang tampil tidak diseragamkan tema busananya. Masing-masing merepresentasikan berbagai gaya yang cocok untuk situasi-situasi tertentu. Misalnya active wear untuk keseharian, office wear atau pakaian kerja, pakaian kasual, hingga wastra Indonesia.

    Terdapat salah satu yang mencolok dalam gaya busana kerja. Terlihat satu blouse putih lengan panjang yang dilapisi vest, juga berwarna putih. Menariknya, vest tersebut tidak dibiarkan polos, tapi dihiasi dengan corak embroidery bunga lili. Potongan bagian bawah vest tampak mekar.

    Padanannya warna yang berseberangan, yakni rok hitam dengan desain lengkung-lengkung abstrak vertikal. Sementara kerudungnya berwarna abu-abu tanpa corak menonjol.

    Penampilan tersebut merupakan hasil dari jenama Puthic asal Daerah Istimewa Yogyakarta. Nissa Khoirina (30), pemilik Puthic, mengungkapkan, jenamanya banyak mengambil kekhasan budaya lokal Yogyakarta sebagai sumber desain busana. Mereka juga banyak menggunakan bahan linen, katun, dan mengolah batik cap.

    ”Busana yang tadi dipakai oleh model dengan warna hitam putih itu terinspirasi dari Kandang Menjangan, salah satu sumbu filosofis Yogya. Jadi, dalam satu sumbu, satu garis. Nah, Kandang Menjangan itu warnanya hitam putih dan bangunannya lebih tegas,” jelas Nissa.

    Jenama yang lahir pada 2018 itu dijadwalkan akan turut meramaikan peragaan busana JMFW 2026 pada November 2025. Nissa mengungkapkan, Puthic akan membawa enam hingga delapan koleksi ke panggung landas peraga. Untuk momen spesial tersebut, Puthic sedang menggodok inspirasi dari busana pengantin wanita tradisional Yogyakarta. parfum lokal

    Perubahan

    Tak semata memamerkan koleksi, acara mode seperti JMFW juga turut memberikan dampak terhadap jenama-jenama yang mengikutinya. Puthic yang sebelumnya juga mengikuti JMFW 2025, misalnya, mengalami perubahan signifikan baik dari sisi penjualan maupun desain.

    Dulu kami lebih banyak kayak brokat-brokat dan itu sangat mudah ditiru. Dulu marketnya benar-benar berdarah-darah. Tapi, ketika kami fokus memunculkan karakter, fokus develop sesuatu yang beda dan baru, produk Puthic jadi lebih unik.

    Nissa menceritakan, sebelumnya untuk satu busana, Puthic biasa menjual pada harga ratusan ribu rupiah. Setelah mengikuti JMFW, Puthic bisa meningkatkan harga dengan memberikan makna pada pakaian dengan cara yang lebih mendalam. Dari segi desain, Nissa menjadi lebih berani untuk mengeksplorasi karakter pakaian perempuan yang lebih feminin dan anggun.

    ”Dulu kami lebih banyak kayak brokat-brokat dan itu sangat mudah ditiru. Dulu marketnya benar-benar berdarah-darah. Tapi, ketika kami fokus memunculkan karakter, fokus develop sesuatu yang beda dan baru, produk Puthic jadi lebih unik,” tutur Nissa.

    Perubahan turut dirasakan oleh Syifa Fatimah (27), pemilik Arabelle Scarf yang pernah berpartisipasi pada JMFW 2023. Dengan mengikuti JMFW, Syifa merasa jenamanya yang berasal dari Kota Kudus, Jawa Tengah, semakin dikenal masyarakat. Selain itu, Arabelle Scarf juga berkesempatan mengikuti pameran Handarty di Korea Selatan dan Jogja Fashion Week.

    Acara akbar JMFW 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6-9 November 2025 di Kartika Expo Balai Kartini. Akan ada banyak rangkaian acara yang mencakup 12 parade pergelar busana, pameran dagang (trade show), hingga gelar wicara (talkshow), penjajakan bisnis (business matching), dan penghargaan.

    Parfum AXL

  • Gaya Ternama dari Jenama Indonesia di Plaza Indonesia Fashion Week

    Gaya Ternama dari Jenama Indonesia di Plaza Indonesia Fashion Week

    Panggung mode Plaza Indonesia Fashion Week atau PIFW 2025 akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, jenama lokal semakin dilirik untuk menunjukkan kemolekan di tengah landas peraga. Mengusung tema ”Love Letters to Plaza Indonesia Celebrating 35 Iconic Years”, PIFW menjadi ajang untuk merayakan kasih dan budaya dalam bentuk pakaian.

    Selama puluhan tahun berdiri di jantung kota Jakarta, Plaza Indonesia telah banyak menjadi rumah untuk para jenama dan desainer Tanah Air. Zamri Mamat selaku Deputy CMO Plaza Indonesia berharap PIFW bisa menjadi wadah untuk para desainer dan juga para pencinta mode untuk menyampaikan pesan tulus lewat suatu karya.

    Zamri menjelaskan, setiap jenama dan desainer yang hadir di pusat perbelanjaan yang terletak di kawasan Jakarta Pusat itu memiliki kisahnya masing-masing. Oleh karena itu, PIFW 2025 menggandeng jenama dan desainer lokal untuk meramaikan perjalanan panjang Plaza Indonesia. parfum lokal

    ”Untuk pertama kalinya Plaza Indonesia Fashion Week menampilkan 100 persen Indonesian design and brand, kecuali kids. Kami sangat bangga dan senang, sangat berharap untuk menunjukkan nilai nasional di tahun ini. Semoga makin berkembang industri fashion Indonesia,” kata Zamri saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (19/8/2025).

    Selain fokus pada lokalitas penampil, PIFW tahun ini akan menjadi penanda baru dari rangkaian panjang acara besar untuk mode Indonesia ini. Sebelumnya, PIFW biasa diadakan dua kali dalam satu tahun dengan rangkaian penampilan yang mencapai 70 shows. Namun, khusus tahun ini, pergelaran mode PIFW 2025 akan memiliki 35 plus 3 show dengan total 38 show yang menggabungkan koleksi untuk anak-anak, perempuan, dan laki-laki.

    Apabila sebelumnya PIFW pertama diadakan pada Maret, tahun ini tidak bisa terjadi karena bentrok dengan bulan suci Ramadhan. Plaza Indonesia juga sudah merencanakan membuat PIFW menjadi agenda tahunan sekali dalam setahun.

    ”Langkah ini kami ambil untuk menghadirkan pengalaman fashion yang lebih komprehensif, inklusif, dan merepresentasikan tren gaya hidup yang terus berkembang di semua kategori,” ujar Zamri.

    Lokal

    Belakangan ini, di media sosial, seperti Tiktok dan Youtube, beredar video turis asal Malaysia yang datang khusus ke Jakarta dengan rute tujuan yang mirip-mirip. Selain menikmati kuliner nasi padang, mereka juga pergi ke pusat perbelanjaan karena mengincar jenama lokal. Bukan hanya pakaian, melainkan juga parfum dan pernak-pernik.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia mencapai 2.278.281 orang. Melihat popularitas jenama lokal yang semakin gagah, Zamri merasa sudah waktunya PIFW menonjolkan produk hasil anak bangsa. Selain desain yang tidak kalah saing dengan produk luar, kualitas dan harga juga menjadi penentu dari popularitas suatu jenama.

    Seleksi untuk terlibat dalam PIFW 2025 juga tidak mudah. Ada beberapa kategori yang mendasarinya, seperti memilih jenama dan desainer yang relevan serta memiliki kekuatan yang ingin diceritakan.

    Plaza Indonesia Fashion Week 2025 akan diadakan selama delapan hari mulai dari tanggal 6 hingga 14 September. Acara hari pertama, Sabtu (6/9/2025), akan dibuka dengan koleksi anak-anak dari Kakapo, BOSS Kids, KENZO Kids, Bimbi, Mothercare, Marks & Spencer Kids, hingga Gingersnaps. parfum lokal

    Sementara PIFW akan langsung beralih ke desainer lokal untuk koleksi dewasa. Dibuka dengan Sejauh Mata Memandang, Dear Me Beauty x Wilsen Willim, Love and Flair hingga Artkea dan masih ada lagi.

    Pendiri Sejauh Mata Memandang, Chitra Subyakto bercerita rasa bangganya bisa hadir kedua kalinya dalam PIFW. Sebelumnya, Sejauh Mata Memandang hadir dalam rangkaian PIFW 2024. Untuk tahun ini, jenama yang mengusung konsep keberlanjutan (sustainability) itu akan mengangkat tema ”Kembali Pulang”.

    ”Kali ini format dan media yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kami juga menggunakan salah satu pewarna alam yang sangat khas yang menghasilkan warna menarik dan vibrant,” ujar Chitra kepada Kompas.

    Memasuki hari ketiga hingga hari terakhir akan ada lebih banyak nama jenama lokal yang memeriahkan PIFW 2025. Ada DIBBA, IKAT Indonesia by Didiet Maulana, DANJYO HYOJI, Wilsen Willim, STUDIOMORAL, dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan akan ada kolaborasi seperti bateeq x Ferry Salim, Cita Tenun Indonesia x Jeffry Tan, dan 3MONGKIS bersama Rama Dauhan hingga kolaborasi spesial Adrie Basuki dengan aktor Prisia Nasution.

    Selain itu, untuk kedua kalinya KLAMBY juga akan hadir di PIFW 2025 dengan koleksi spesial mengusung tema ”Seuntai Rasa”. Membawa 16 koleksi, KLAMBY akan menampilkan koleksi busana siap pakai (ready to wear) pada September. Tahun ini, mereka juga akan langsung menampilkan koleksi bulan Oktober yang akan penuh pesan dalam bentuk pola di pakaiannya.

    ”Kami ekspektasikan (warna) keluar ya. Warna nude, terus soft pink. Nggak terlalu bold, intinya lebih ke soft semuanya,” kata Zainab, perwakilan KLAMBY.

    Desainer sekaligus aktor Ivan Gunawan juga akan turut meramaikan PIFW 2025 dengan koleksinya yang terinspirasi dari kehidupan dan drama kaum sosialita Indonesia.

    Panggung merah Plaza Indonesia Fashion Week 2025 siap hadir. Meskipun undangan resmi sedikit terbatas, Plaza Indonesia akan tetap melangsungkan siaran langsung di seluruh kanal media sosialnya. Selain itu, untuk mengakses jadwal tiap-tiap desainer, bisa langsung mengunduh aplikasi PIFW.

    Parfum AXL

  • Senayan City Fashion Nation Ke-19, Hadirkan Pameran Busana

    Senayan City Fashion Nation Ke-19, Hadirkan Pameran Busana

    Perhelatan tahunan Senayan City Fashion Nation yang memasuki tahun ke-19 akan menghadirkan pameran fashion yang dapat dinikmati publik luas. Pameran fashion tersebut berbasis arsip puluhan koleksi busana ikonis dan instalasi kostum dari pergelaran kolosal Sabang Merauke. Perhelatan fashion ini berlangsung pada 19-27 September 2025 di pusat belanja Senayan City, Jakarta Selatan.

    Pameran busana (fashion installation) berbasis arsip tersebut dihadirkan oleh Indonesian Fashion Designer Council (IFDC) atau Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) bertajuk Gaya Archive. Sebanyak 75 koleksi busana dipamerkan di lantai dasar (ground floor) Promenade Senayan City. parfum lokal

    Direktur Kreatif Rama Dauhan menjelaskan, semua koleksi tersebut merupakan koleksi dari 25 desainer yang tergabung dalam IPMI. Bukan sekadar pameran busana, Gaya Archive juga menjadi ruang narasi yang memadukan aspek estetika dengan sejarah sekaligus visi masa depan. Setiap desainer memamerkan tiga tampilan, baik berupa karya atau baru, arsip atau koleksi, ataupun pemutakhiran atau upcycling.

    Pameran busana ini menampilkan benang merah berupa koleksi yang serba berwarna hitam. Menurut Rama, warna ini dipilih untuk menerbitkan kesan dramatis, elegan, sekaligus universal. Warna hitam juga membuka ruang kreativitas yang tak berbatas.

    Dengan pameran ini, publik bisa lebih bisa melihatnya.

    Desainer dari IPMI yang terlibat dalam pameran ini antara lain Andreas Odang, Adeline Esther, Carmanita, Chossy Latu, Danny Satriadi, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Eddy Betty, Era Soekamto, Eridani, Ghea Panggabean, Hian Tjen, Ivan Gunawan, Stella Rissa, Wilsen Willim, Yogie Pratama, Yongki Budisutisna, dan Yosafat Dwi Kurniawan.

    Selain pameran Gaya Archive, IPMI bersama iForte juga menghadirkan pameran lain, yaitu instalasi kostum busana dari pergelaran kolosal Sabang Merauke yang telah berpentas enam kali sejak 2022.

    Pergelaran ala Indonesian Broadway itu menampilkan kekayaan seni budaya Indonesia melalui perpaduan musik, tarian, dan parade busana etnik yang memukai. ”Waktu nonton mungkin orang enggak bisa lihat jelas detail. Dengan pameran ini, publik bisa lebih bisa melihatnya,” kata Ketua Umum IPMI Sjamsidar Isa dalam sambutan pembukaan pameran, Jumat (19/9/2025).

    Koleksi kostum dalam pergelaran Sabang Merauke pada 23 dan 24 Agustus lalu tersebut merupakan karya 12 desainer yang tergabung dalam IPMI, yakni Chossy Latu, Danny Satriadi, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Era Soekamto, Eridani, Ghea Panggabean, Ivan Gunawan, Mel Ahyar, Priyo Oktaviano, Sebastian Gunawan, dan Wilsen Willim.

    Kami berkomitmen menjadi trendsetter dan inspirasi bagi pengunjung (pusat belanja) kami.

    Karya mereka mengambil inspirasi dari kekayaan busana Indonesia yang kemudian direspons menjadi karya kontemporer yang relevan dengan panggung modern. Segmen pameran kostum ini menjadi peleburan dunia fashion, seni pertunjukan, serta publik penikmat.

    ”Kami berkomitmen menjadi trendsetter dan inspirasi bagi pengunjung (pusat belanja) kami,” kata Halina, Direktur Komunikasi Pemasaran Senayan City, dalam jumpa pers.

    Perhelatan Fashion Nation pada hari pertama, selain diisi pembukaan pameran, juga dimeriahkan dengan pergelaran busana yang menampilkan karya Agus Lim, Tex Saverio, dan Rinaldy Yunardi. Ketiganya hadir dalam satu panggung menampilkan karya terbaik mereka. parfum lokal indonesia

    Peragaan busana lainnya juga akan digelar selama perhelatan Fashion Nation ke-19. Salah satunya adalah peragaan bertajuk No Border, yang merupakan kolaborasi dengan desainer dari negeri tetangga, Singapura. Peragaan kolaboratif itu akan ditampilkan pada Jumat  mendatang di main atrium lantai 1 Senayan City.

    Parfum AXL

  • Masih Ada Kilau dalam Gelap

    Masih Ada Kilau dalam Gelap

    Panggung fashion sering dianggap identik dengan keglamoran duniawi semata. Padahal, di panggung itu pula kita bisa menangkap hawa kebatinan seperti apa yang sedang menguar di dunia. Ketika situasi sedang tidak baik-baik saja, fashion senantiasa meresponsnya dengan cara-ungkap tersendiri.

    Perhelatan Senayan City Fashion Nation ke-19 dibuka dengan pergelaran busana karya Rinaldy Yunardi, Agus Lim, dan Tex Saverio. Melalui koleksi pertama yang tampil, yakni Rinaldy Yunardi, terpantul pesan tentang dunia yang tidak sedang baik-baik saja akhir-akhir ini. Karya fashion lazim menjadi medium yang khas bagi desainer untuk menghantarkan perspektif mereka dalam merespons dunia.

    Ada yang sedikit berbeda dalam pembukaan pergelaran busana, Jumat (19/9/2025) lalu di Senayan City, Jakarta Selatan. Pembawa acara Caroline Zachrie mengawalinya dengan ajakan kepada seluruh tamu undangan untuk hening sejenak mendoakan yang terbaik untuk Tanah Air tercinta dan menghormati para siapa pun mereka yang telah berpulang dan berjasa untuk negeri. Keheningan itu diiringi lagu ”Padamu Negeri” dengan aransemen yang terdengar lebih dinamis dan optimistis, tidak mendayu-dayu.

    Sekelopak bunga mawar merah yang merekah tampil berpendaran di layar besar yang terpasang di latar panggung. Cahaya sedikit diremangkan, memberi atmosfer yang terasa serius dan sedikit melankolik. Keheningan singkat sekitar dua menit itu terkemas ringkas tetapi cukup mengesankan. Acara fashion yang identik dengan keglamoran ini menjadi terasa lebih empatik dan membumi.

    Latar panggung yang didesain bersih itu kemudian terkuak di bagian tengah seolah gerbang yang dibuka. Koleksi dari karya Rinaldy Yunardi muncul di sekuen pertama dengan daya kejut yang membetot perhatian pengunjung. Yungyung, panggilan akrab desainer kelahiran Medan ini, tampaknya memang senang membuat orang terpukau dengan karyanya. parfum lokal indonesia

    Selama hampir 30 tahun berkarya, karya Yungyung kerap kali dikenakan belasan selebritas dunia. Beberapa di antaranya Madonna, Mariah Carey, Nicki Minaj, Ariana Grande, Janet Jackson, Shakira, Christina Aguilera, Gal Gadot, dan Beyonce.

    Kali ini, ia tak hanya membikin orang terpana dengan rancangan aksesori yang menjadi ceruk keahliannya, tetapi juga dengan busana kreasinya. Yungyung selalu total. Padahal, koleksi busana itu sebenarnya sekadar menjadi medium untuk memamerkan koleksi aksesori rancangannya. Yungyung menyebutnya ”sekadar” sebagai kostum.

    Sebanyak 21 busana serba hitam yang dihiasi beraneka perhiasan dan aksesoris kepala (headpiece) tampil solid dengan satu kesan kuat: intimidatif. Ada hawa kemarahan tertahan yang menguar tetapi terasa matang, dewasa, dan bijaksana. Bukan seperti kemarahan liar ala darah muda yang serba menggelegak dan membara.

    ”Ya kita (kalangan seniman) ini kan mau marah tapi enggak bisa, hanya bisa kita ungkapkan lewat karya. Meski ada situasi kegelapan tapi tetap ada kilau, ada cahaya hati yang membimbing, mengayomi,” kata Yungyung saat ditanya apakah memang koleksinya merespons kondisi dunia yang tengah diwarnai keresahan dan protes publik (civil unrest).

    Semua busana hitam gelap itu hampir seluruhnya dibuat dengan satu macam bahan saja, yaitu tile atau tulle. ”Saya membuatnya dengan teknik moulage, jadi tidak bikin gambar desain di kertas lalu diwujudkan,” kata Yungyung.

    Dengan teknik moulage, desainer berkreasi menciptakan pola busana langsung secara tiga dimensi pada manekin atau model manusia. Dengan teknik tersebut, perancang busana mengembangkan desainnya langsung pada bentuk tiga dimensi (patung manekin) tanpa perlu membuat pola kertas terlebih dahulu. Semua busana dibuat satu per satu oleh Yunyung dengan tangan.

    Ya kita (kalangan seniman) ini kan mau marah tapi enggak bisa, hanya bisa kita ungkapkan lewat karya. Meski ada situasi kegelapan tapi tetap ada kilau, ada cahaya hati yang membimbing, mengayomi.

    ”Saya memahami dulu tekstur dan karakter dari bermacam tile. Ada yang lemas, sedang, dan kaku. Desain yang dibentuk mengikuti karakter tile tersebut. Jadi tangan-tangan saya ini yang berinteraksi dengan kain-kainnya secara spontan saat berkreasi di patung (manekin),” kata Yungyung

    Busana serba hitam itu alhasil tampil dengan beragam bentuk yang menawan. Lipatan, lekukan, lengkungan, juga remasan mewarnai semua busana dalam koleksinya yang bertajuk ”Noctilume” yang berarti suatu keadaan berkilau dalam kegelapan. Hawa kemarahan dalam koleksinya ini mungkin bisa dikatakan sebagai angry with style. Ketika emosi negatif itu direspons dengan matang dan bijaksana, menghasilkan kilau harapan akan situasi yang lebih baik.

    Kilau-kilau kebaikan dan harapan itu terepresentasi melalui koleksi aneka perhiasan dan aksesori yang tersemat dalam gelapnya busana. Yunyung memamerkan aneka bentuk indah, mulai dari bunga-bungaan dan pita, juga berbagai bentuk hewan serangga, seperti belalang dan kupu-kupu. Keindahan kupu-kupu seolah mewakili harapannya akan metamorfosa situasi kegelapan saat ini kelak menjadi pencerahan. Semua koleksi perhiasan dalam koleksi ”Noctilume” hadir dalam warna emas dan perak. parfum lokal

    Yungyung bercerita, semua koleksi, baik busana maupun aksesori tersebut, ia siapkan dalam kurun sekitar empat bulan terakhir. Selain menyiapkan untuk koleksinya sendiri, ia juga merancang koleksi aksesoris untuk desainer Tex Saverio dan Agus Lim di pergelaran yang sama. Pergelaran tersebut merupakan yang pertama kalinya Tex dan Yungyung tampil satu panggung. Padahal, selama ini keduanya kerap saling mengagumi.

    Pada koleksi yang tampil di ujung pergelaran, aksesori berupa korset tampil dengan beberapa butir kristal berwarna. Korset yang memeluk tubuh model ini tampak berkilau dominan ketimbang warna busana hitam yang menjadi dalaman. Koleksi itu seperti menerbitkan harapan Yungyung, situasi saat ini akan membaik dan berkilau penuh kembali.

    Parfum AXL

  • Pakaian untuk Zaman yang Terus Berubah

    Pakaian untuk Zaman yang Terus Berubah

    Jenama asal Jepang, Uniqlo, menghelat LifeWear Day 2025 di Museum of Modern Art (MoMA), New York City, Amerika Serikat pada Senin malam. Tema perhelatan itu, ”The Art and Science of LifeWear: The Next Generation of Innovation”. Ini tentang inovasi berkelanjutan pada produk-produk Uniqlo untuk merespons zaman yang terus berubah.

    Malam itu, lobi MoMA disulap dengan instalasi The Next Generation of Inovation yang memamerkan teknologi terbaru yang digunakan pada produk-produk Uniqlo. Khususnya adalah pakaian dalam berupa campuran kasmir HEATTECH Extra Warm yang menggabungkan serat sintetis dan serat alami, serta pakaian luar PUFFTECH yang dilengkapi insulasi ringan baru yang dapat berfungsi sebagai alternatif pakaian luar berbahan bulu angsa. parfum lokal

    Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari koleksi Musim Gugur/Dingin 2025 Uniqlo yang dikembangkan sebagai respons terhadap masukan pelanggan untuk HEATTECH yang menggunakan bahan-bahan alami. Selain fungsi aslinya, yaitu mengubah uap air yang dihasilkan tubuh manusia menjadi panas, produk ini juga memadukan 9 persen kasmir pintal berkualitas tinggi yang menawarkan keterlacakan bahan baku.

    Dibanding produk sebelumnya, inovasi ini membuat tingkat kehangatannya naik 1,5 kali. Sementara material kasmir yang digunakan, secara keseluruhan meningkatkan kemewahan pada tampilan produknya.

    Koleksi Musim Gugur/Dingin 2025 Uniqlo tersebut, terentang dari pakaian dalam dan pakaian luar berupa jaket aneka model, serta bawahan berupa celana, kulot lebar dan rok. Tampilannya stylist dengan warna-warna dasar bernuansa elegan seperti putih, merah, marun, beige, hitam, coklat, krem, dan biru.

    Di bawah besutan Direktur Kreatif Clare Waight Keller, tampilan pada koleksi Musim Gugur/Dingin 2025 Uniqlo tersebut secara keseluruhan terlihat modern dan elegan. Kehadiran Keller di Uniqlo sejak September 2024 tak dimungkiri telah membawa kesegaran baru pada produk-produk Uniqlo, meski juga tak dimungkiri membuat Uniqlo tak lagi ’semata’ bercita rasa Jepang, tetapi menjadi lebih global.

    Keller bergabung sebagai desainer Uniqlo pada 2023. Tahun 2000, Keller bekerja untuk Gucci dan bergabung dengan Chloe empat tahun kemudian pada 2011, sebelum melompat menjadi Direktur Kreatif House of Givenchy pada 2017. Tahun 2018, desainer asal Inggris ini menarik lebih banyak perhatian karena mendapat kepercayaan untuk mendesain gaun pernikahan Meghan Markle pada 2018.

    Nama besarnya di dunia mode membuat produk-produk Uniqlo besutannya menjadi buruan. Kiprahnya makin signifikan ketika Keller menjadi Direktur Kreatif. Menjadikan produk-produk Uniqlo tidak hanya utama dalam fungsi, tetapi juga stylist dari tampilan. Ditambah harga yang terjangkau, setidaknya bila dibandingkan dengan jenama-jenama kompetitor utamanya, perpaduan ini menjadi resep yang ampuh untuk memikat konsumen.

    Perubahan dramatis

    Dalam pidatonya di LifeWear Day 2025 di New York, Chairman, President dan CEO Fast Retailing yang memayungi Uniqlo, Tadashi Yanai, mengungkapkan, apa yang ditampilkan dalam LifeWear Day 2025 hanyalah langkah awal dari bentuk komitmen Uniqlo yang terus berinovasi pada produk-produk mereka. Demi mewujudkan komitmen tersebut, mereka berupaya untuk selalu merangkul perspektif konsumen serta sigap mengantisipasi perubahan gaya hidup saat ini.

    Yanai mengungkapkan, gaya hidup masyarakat saat ini tengah mengalami perubahan dramatis. Zaman di mana pakaian diproduksi dalam jumlah berlebihan lalu dibuang dalam skala besar, menurut dia, telah berakhir. Sebaliknya, saat ini, orang-orang cenderung membeli hanya apa yang benar-benar mereka butuhkan.

    ”Mereka memilih pakaian berkualitas tinggi dan memakainya dengan hati-hati agar tahan lama, pakaian yang diperoleh dan diproduksi dengan cara yang paling ramah sumber daya, aman dan setara, serta pakaian yang dapat didaur ulang dan digunakan kembali sebanyak mungkin,” tutur Yanai. Jenis pemikiran dan perilaku inilah yang, menurut dia, kini menjadi arus utama zaman ini.

    Sejalan dengan hal tersebut, Yanai menegaskan, Uniqlo bukanlah mode cepat sebagaimana yang dipersepsikan secara salah oleh orang-orang. Uniqlo, ujarnya, tidak membuat pakaian sekali pakai. ”Kami membuat pakaian yang melampaui zaman dan dapat dikenakan tahun demi tahun. Singkatnya, kami membuat pakaian yang tak lekang oleh waktu,” kata Yanai.

    Saya percaya, kita semua berhak mengenakan pakaian yang didesain dan diproduksi secara cermat dengan bahan berkualitas tinggi yang saya sebut demokratisasi pakaian.

    Ia menjelaskan, sejak meluncurkan Uniqlo, misi mereka dalah memperbaiki masyarakat melalui pakaian. Inti dari misi tersebut adalah prinsip made for all (dibuat untuk semua) yang melampaui batas kebangsaan, usia, pekerjaan, dan gender.

    ”Saya percaya, kita semua berhak mengenakan pakaian yang didesain dan diproduksi secara cermat dengan bahan berkualitas tinggi yang saya sebut demokratisasi pakaian. Untuk mewujudkannya, kami menawarkan pakaian berkualitas tinggi dengan harga terjangkau untuk konsumen di seluruh dunia. Kami ingin mengubah kehidupan sehari-hari orang-orang dan akhirnya mengubah dunia,” kata Yanai.

    Meski ditawarkan dengan harga terjangkau, LifeWear tidak berkompromi soal kualitas. LifeWear memiliki keindahan yang praktis, sederhana tetapi elegan dengan perhatian penuh pada detail terkecil. Sejak Uniqlo didirikan, mereka telah berupaya untuk menghadirkan jenis pakaian yang benar-benar baru, melampaui kerangka konvensional mode atau pakaian jadi.

    ”Sesungguhnya, tujuan kami adalah menciptakan industri baru yang terfokus tidak hanya pada pakaian sebagai sebuah produk, tetapi juga pada proses pembuatannya, cara penjualannya bahkan hingga daur ulang. Ini yang membedakan kami dari yang lain, yang menentukan tujuan dan makna utama kami,” papar Yanai.

    Dengan memanfaatkan teknologi informasi terkini, Uniqlo terus berupaya menciptakan pakaian yang benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini. Semua terwujud berkat kemitraan Uniqlo dengan Toray Industries yang terjalin sejak 2006 dan telah menghasilkan banyak produk baru yang melampaui batas pakaian konvensional.

    Kemitraan mereka, misalnya, telah melahirkan pakaian HEATTECH yang tipis. tetapi hangat, hingga produk AIRsm yang sangat nyaman sehingga orang lupa bila sedang mengenakannya. Ada pula parka dengan perlindungan UV yang ringan serta bebas PFAS (sekelompok bahan kimia yang sulit terurai dan bisa menumpuk di lingkungan dan tubuh manusia). Inovasi paling baru, ditampilkan dalam LifeWear Day 2025 di MoMA. parfum lokal indonesia

    Meski Uniqlo dan Toray beroperasi di lini bisnis yang berbeda, keduanya memiliki basis pengetahuan yang sama, dan berkomitmen untuk menciptakan pakaian yang melampaui konvensi. Mereka bekerja sama di seluruh proses mulai pengembangan material, manufaktur dan distribusi, hingga pemasaran, peningkatan, dan penyempurnaan produk.

    ”Melampaui konvensi masa lalu, menciptakan pakaian yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan begitu, memungkinkan orang-orang untuk lebih menikmati hidup, membuat hidup lebih nyaman dan praktis. Itulah tujuan kami sebagai perusahaan. Kami akan terus berupaya mencapai tujuan tersebut,” kata Yanai.

    Presiden Toray Industries Mitsuo Ohya mengungkapkan, Toray melakukan lebih dari sekadar memasok material inovatif. Mereka bekerja dengan Uniqlo dalam pengembangan, produksi, logistik, bahkan pemasaran.

    ”Kami selalu percaya bahwa material dapat mengubah kehidupan. Kami tetap berkomitmen untuk mendorong batas-batas teknologi dan membuka potensi material untuk memberikan nilai baru. Pada saat yang sama, dengan menyadari tantangan perubahan iklim dan populasi yang menua serta mengidentifikasi apa yang benar-benar dicari konsumen, kami akan mengembangkan LifeWear dengan cara yang mengejutkan dan menyenangkan. Kami akan terus bekerja sama dengan Uniqlo untuk memanfaatkan teknologi dalam menciptakan LifeWear masa depan,” kata Ohya.

    Sejak didirikan pada 1926 untuk memproduksi rayon, Toray telah berkembang menjadi produsen berbagai jenis material yang mendukung kehidupan sehari-hari. Memulai dengan serat, mereka kemudian merambah ke bidang-bidang seperti pengolahan air, farmasi, dan perawatan kesehatan.

    Ohya menyebutkan, banyak hal telah dilakukan Toray untuk turut mengatasi tantangan global. Misalnya dengan mengembangkan dan memasok serat karbon yang 10 kali lebih kuat daripada baja, tetapi beratnya hanya seperempatnya. Pada sayap dan badan pesawat, serat karbon ini membantu mengurangi emisi karbon dioksida, membuat pesawat lebih ringan dan meningkatkan efisiensi bahan bakar.

    Toray juga memanfaatkan kekuatan material untuk membantu mengatasi kekurangan air global. Saat ini, 2,2 miliar orang atau seperempat populasi dunia tidak dapat mengakses air bersih. ”Teknologi membran pengolahan air kami membantu memenuhi kebutuhan tersebut,” ujarnya. Toray juga memungkinkan daur ulang air limbah untuk keperluan industri.

    Komitmen pada seni

    Komitmen Uniqlo pada inovasi sains tak diragukan, demikian pula komitmen Uniqlo pada seni sebagaimana filosofi LifeWear yang mereka usung. Dalam kaitan kerja sama antara Uniqlo dan MoMA, di LifeWear Day 2025 dipamerkan pula lini kaus grafis UT yang memadukan seni dan budaya dalam pakaian sehari-hari.

    Di antaranya adalah kaus bergambar karya pelukis Vincent van Gogh ”Starry Night” dan karya pelukis Claude Monet ”Agapanthus” dan ”Water Lily”. Filosofi LifeWear berfokus pada pakaian sehari-hari yang sederhana, tetapi berkualitas tinggi dan fungsional dengan sentuhan keindahan yang praktis untuk membuat hidup setiap orang menjadi lebih baik.

    Dalam kesempatan yang sama, Uniqlo juga memperkenalkan seniman KAWS yang bernama asli Brian Donnelly sebagai Artist in Residence Uniqlo yang pertama. KAWS telah berkolaborasi dengan Uniqlo sejak 2016. Selama melakoni perannya sebagai Artist in Residence tersebut, KAWS akan membantu Uniqlo dalam meningkatkan apresiasi serta partisipasi seni dan kreativitas secara global.

    Kami selalu percaya bahwa material dapat mengubah kehidupan. Kami tetap berkomitmen untuk mendorong batas-batas teknologi dan membuka potensi material untuk memberikan nilai baru.

    Penunjukkan Artist in Residence ini dapat dibaca sebagai bentuk keseriusan dan pelibatan Uniqlo pada dunia seni. Dalam wawancara khusus dengan sejumlah media di New York pada Selasa (16/9/2025), Yanai menegaskan bahwa sentuhan seni sudah sepatutnya menjadi bagian penting dalam penciptaan produk-produk busana atau pakaian. Itulah mengapa seni menjadi salah satu komponen penting bagi Uniqlo, yang termanifestasi dalam produk-produk mereka.

    Di sisi lain, penunjukan aktor Cate Blanchett yang, antara lain, dikenal melalui perannya di trilogi The Lord of the Rings dan Ocean’s 8, sebagai Global Brand Ambassador Uniqlo 2025 juga menjadi bentuk keseriusan Uniqlo dalam menampilkan citranya di mata publik. Blanchett yang telah berkarier di dunia film Hollywood lebih dari 30 tahun memiliki reputasi yang baik dan terhormat.

    Kehadirannya sebagai bagian dari ”keluarga Uniqlo” melengkapi posisi mantan petenis dunia Roger Federer yang telah 7 tahun mengemban tugas sebagai Global Brand Ambassador Uniqlo. Keduanya sama-sama memiliki prestasi gemilang di dunia yang mereka geluti serta citra yang cemerlang.

    Tampaknya seiring perubahan zaman, di mana perubahan iklim dan populasi yang menua menjadi tantangan, Uniqlo berupaya untuk terus meneguhkan peran dan citra mereka. Tak hanya semata cemerlang dari sisi posisi dan citra yang mendatangkan pundi-pundi materi, tetapi juga berkontribusi pada perubahan dunia melalui inovasi teknologi tanpa henti. Namun, perlu tetap diingat bahwa kendali konsumsi, mutlak ada di tangan konsumen.

    Parfum AXL

  • Lintas Energi Maskulin Feminin

    Lintas Energi Maskulin Feminin

    Maskulin dan feminin dalam fashion bukanlah unsur yang harus dibelenggu dalam kotak-kotak jender. Keduanya menjadi energi yang boleh dan sah saja untuk dieksplorasi lintas-jender. Pesan itu yang bisa ditarik dari peragaan busana koleksi Tex Saverio dan Agus Lim dalam perhelatan Senayan City Fashion Nation ke-19.

    Apa yang terbayang di kepala kita tentang setelan jas pria? Lazimnya alam pikir kita menggambarkan sosok laki-laki gagah dan maskulin berbalut jas yang rapih dan berkelas. Kata gentleman menjadi diksi yang mudah terucap melalui bayangan itu. Padahal, ada kata gentle dalam gentleman yang berarti ’lembut’, kata sifat yang lebih dekat dengan kualitas feminin daripada maskulin.

    Kualitas ”lembut” yang lebih dekat dengan energi feminin itu yang mewarnai koleksi setelan jas Agus Lim. Bertajuk ”Gentle Disruption”, koleksi jas Agus Lim menampilkan sisi lembut dari setelan jas yang biasanya hanya dieksplorasi sisi maskulinitasnya. Agus yang dikenal sebagai perancang setelan jas untuk wedding ini memamerkan pula keahliannya dalam keterampilan penjahitan (tailoring) yang presisi.

    ”Dalam bayangan saya, gentleman itu enggak harus yang kaku. Oleh karena itu, aku namakan Gentle Disruption, sedikit lari-larilah. Agak selengean, tapi tetap bisa masuk untuk formal,” kata Agus.

    Agus memamerkan 18 tampilan setelan jas yang secara keseluruhan sebenarnya memang bisa dikenakan lintas jender. Laki-laki bisa mengenakannya tanpa terkesan ”tercederai” maskulinitasnya. Potongan yang bersih dan rapih menjadi unsur utama yang memperkuat kesan elegan. parfum lokal

    Agus juga memainkan palet warna bernuansa pastel yang lebih lazim muncul pada koleksi untuk busana perempuan. Tentu saja ini di luar pakem warna-warna setelan jas yang umumnya gelap, abu-abu, atau khaki. Busana yang muncul pertama, misalnya, menampilkan warna mustard yang lembut dengan dalaman kemeja berkerah tinggi warna keabu-abuan.

    Selain palet warna tak biasa, Agus juga memainkan siluet jas, seperti potongan pendek sebatas pinggang pada setelan berwarna hijau pastel dan cokelat. Ada pula setelan jas berwarna beige lembut berbelahan samping dengan aksen tali untuk disimpulkan.

    ”Saya eksplorasi sedikit di tailoring yang presisi, saya buat agak bebas tanpa menghilangkan (tampilan) kerapihannya,” kata Agus.

    Berpuluh tahun mendesain setelan jas, terutama untuk pernikahan, Agus mengutamakan pada detail kerapihan dalam penjahitan, kualitas bahan, dan warna. Untuk koleksi Great Disruption ia menggunakan bahan katun, wol, dan wol campuran. Menurutnya, dengan kualitas bahan kain yang bagus, ia tak perlu lagi menambah-nambahkan ornamen ramai pada busana.

    Dalam salah satu setelan jas berwarna kuning, Agus terlihat lebih ”liar” bermain dengan membuat imaji garis-garis pada bagian perut, lengan, dan celana. Garis-garis kuning itu rupanya bukanlah motif pada material kain melainkan jahitan benang kuning. Potongan jas juga dibuat pendek, sedikit di bawah pinggang.

    Seluruh busananya dilengkapi dengan sematan aksesori bros keemasan karya Rinaldy Yunardi. Aksesori berbentuk bunga itu memberi sentuhan feminin, yang sama sekali tidak menggoyahkan kemaskulinan dari setelan jas. Koleksi ”Gentle Disruption” ini mencerminkan racikan maskulinitas dan feminitas yang harmonis bisa sedap dipandang, jauh dari kesan ganjil.

    Eksplorasi teknik

    Racikan energi feminin dan maskulin juga dieksplorasi oleh desainer Tex Saverio dengan pendekatan berbeda. Di pergelaran yang sama, Tex menampilkan koleksi bertajuk ”Domina” yang dalam bahasa latin berarti ’perempuan yang memimpin’. Tex mengatakan, koleksinya tersebut terinspirasi dari kekuatan perempuan, khususnya ibunya.

    ”Menurutku, perempuan itu makhluk terkuat di Bumi ini. Ada dualitas dari kompleksitas perempuan, yakni sisi kuat sekaligus sisi rapuh. She can be a phoenix, she can be a dragon,” kata Tex.

    Baik burung phoenix maupun naga merupakan makhluk mitologi yang sarat makna. Burung phoenix melambangkan kebangkitan, harapan, keabadian, pembaruan, transformasi, dan siklus kehidupan. Sementara naga dalam mitologi Tiongkok melambangkan kekuatan, perlindungan, dan keberuntungan. Jika phoenix merepresentasikan energi yin (feminin), maka naga merepresentasikan energi yang (maskulin).

    Untuk mewujudkan koleksi ”Domina” ini, Tex menggabungkan cara kuno tradisional sekaligus teknologi modern. Cara tradisional ia terapkan pada proses menyulam material dekoratif pada bahan tile dengan teknik nakshi kantha. ”Nakshi, teknik yang sudah jarang banget dipakai,” kata Tex.

    Nakshi kantha merupakan seni sulam tradisional dari wilayah Bengal, yaitu Bangladesh dan Benggala Barat di India. Nakshi yang telah dilakukan selama beberapa abad di kawasan tersebut terkenal dengan pola artistiknya yang rumit. Dengan teknik tersebut, Tex mengaplikasikan berbagai material dekoratif, seperti beads satu per satu pada bahan kain.

    Kemudian, dengan pendekatan teknologi, Tex menggunakan teknik pencetakan 3D (tiga dimensi) pada material resin dan PLA atau polylactic acid. Material ini merupakan polyester biodegradable yang terbuat dari sumber daya biomassa terbarukan, seperti pati jagung, singkong, atau tebu. parfum lokal indonesia

    PLA cukup populer sebagai filamen dalam pencetakan 3D karena mudah dicetak karena titik lelehnya rendah, aman bersentuhan dengan tubuh manusia, biayanya terjangkau, dan ramah lingkungan. Meski demikian, PLA bersifat higroskopis (menyerap kelembapan) dan lebih rapuh ketimbang termoplastik lainnya sehingga perlu disimpan dengan baik.

    ”Jadi, dalam koleksi ini (teknik utama) bukan menjahit (busana). Mungkin nanti ke depannya kita di era untuk bikin baju itu kita print, mencetak. Ini tanpa mold, kita bikin 3D file dengan software khusus,” kata Tex.

    Citra phoenix dan naga dalam tiga dimensi tadi diwujudkan dengan teknologi cetak 3D pada filamen PLA ini. Secara visual, pada filamen tersebut seolah terukir bentuk naga dan burung phoenix. Filamen itu kemudian disambungkan pada bahan tile yang telah disulam dengan teknik nakshi. Setiap filamen PLA telah disiapkan lubang-lubang untuk penyambungan. Proses ini semua tentunya membutuhkan keterampilan tangan yang sangat tinggi dan penuh kehati-hatian. Sebab, kedua material berbeda kontras karakternya, filamen PLA cenderung kaku dibandingkan bahan tile yang lebih rapuh.

    Tex mengatakan, dirinya akan terus mengembangkan eksplorasi fashion dengan memanfaatkan teknologi modern. Mesin cetak 3D, misalnya, Tex telah memilikinya sendiri sehingga tidak perlu lagi bekerja sama dengan vendor tertentu seperti ketika ia mengeluarkan koleksi Exoskeleton (2013). Tex kini menggunakan dua macam mesin pencetakan 3D, yakni untuk bahan resin dan bahan PLA. Eksplorasi teknologi dalam koleksi Domina ini juga memberi kesan modern dan futuristik, tetapi tidak dingin.

    Tex meyakini, fashion berbasis teknologi akan terus berkembang dan membuka berbagai kemungkinan dalam berkreasi. Eksplorasi teknologi sudah menjadi semacam ruh dari karya-karyanya. ”Dan perkembangannya nanti bahan-bahan baru (selain PLA) yang juga bisa diterapkan dengan ini (cetak 3D), seolah bajunya ada ukirannya,” imbuh Tex.

    Dalam koleksi Domina, busana berbahan PLA dengan cetakan tiga dimensi diwujudkan menjadi siluet body suit hingga korset yang memeluk tubuh dengan kokoh. Alhasil, tampilan keseluruhan memberi kesan keanggunan yang gagah. Kegagahan yang biasanya menyimpan energi maskulin diramu dengan kelembutan yang feminin.

    Dari koleksi Tex Saverio ataupun Agus Lim, feminitas yang diidentikkan rapuh bisa sekaligus menjadi kekuatan yang mampu mendobrak apa pun yang seolah tak mungkin. Energi feminin dan maskulin sengaja dibuat saling berinteraksi dan bersenyawa sehingga mewujudkan keindahan yang lebih dialogis.

    Parfum AXL

  • Bali yang Disimpan, Diperam, dan Dilepaskan Auguste

    Bali yang Disimpan, Diperam, dan Dilepaskan Auguste

    Auguste Soesastro seperti melakukan ”fermentasi” selama bertahun-tahun untuk merespons ”rasa” dari Bali versi terkini. Penggunaan bahan klasik yang dipadukan dengan rancangan bersiluet modern seolah mencerminkan dualitas budaya yang berdampingan di Bali. Begitu dinamis dan universal seiring waktu.

    Penafsiran yang matang tentang Bali itu tak lahir dalam sekejap. Sebelumnya, Auguste pernah memperkenalkan koleksi yang terinspirasi dari tarian Bali di New York, Amerika Serikat, pada tahun 2010. Sejak saat itu, dia terus mengamati, meriset, dan mengeksplorasi banyak hal. parfum kualitas terbaik

    Benar saja, semakin lama diperam, koleksi 27 tampilan busana karya Auguste bertajuk ”Archipelago Cruise” yang tampil dalam Plaza Indonesia Fashion Week, Jakarta, Minggu (28/9/2025), terlihat segar dan berani tanpa meninggalkan ciri khas detail garis, konstruksi potongan, dan minim ornamentasi.

    ‘”Sebenarnya karena research yang ’tidak selesai’ (berkesinambungan). Nanti beberapa tahun lagi kalau dapat ide atau gagasan baru, mungkin bisa keluar lagi (koleksi lainnya), tapi untuk sekarang saya rest dulu (dari tema ini),” ucap pendiri label Kraton ini, ditemui seusai acara.

    Pada pembuka, penonton disuguhi lanskap matahari saat siang di atas lautan luas pada layar di latar belakang. Kemudian, satu per satu model melintasi landas peraga. Salah satu model pria mengenakan setelan jas dan celana pendek selutut berwarna putih, menampilkan kesan santai nan elegan.

    Biasanya jas yang memiliki kerah shawl identik dengan kesan formal dan serius. Auguste melembutkan kesan itu dengan membuat kerah atas yang tegak, sedikit mengingatkan pada Napoleon collar, kerah pada jas yang dikenakan kaisar Perancis, Napoleon Bonaparte. Bagian depan kerah berkancing yang dibuat melebar memberi efek dada terlihat bidang.

    Setelah mata dimanja dengan warna putih, muncul busana bernuansa hitam. Setelan rok panjang hitam bermotif garis dan atasan blus hitam semi-dress berlengan panjang yang terlihat nyaman dikenakan model. Ini dipertegas dengan keberadaan dua saku pada kanan dan kiri rok, yang menjadi andalan untuk menyelipkan tangan saat teriknya matahari ataupun cuaca yang dingin.

    Pakaian keseharian di Bali tak melulu dikaitkan dengan yang berbahan minim, Auguste menyajikan pilihan lain yang panjang dan nyaman dipakai harian. Rancangan ini dilengkapi aksen kain ikat pinggang berwarna senada yang dililitkan pada pinggang sehingga menampilkan batas pinggang ke atas dan bawah tanpa membuat lekuk tubuh terlihat ketat.

    Menurut saya, Bali zaman sekarang sebagian besar sudah ”westernized” sekali. Saya ingin menunjukkan baju-baju yang bisa dipakai di Bali masih punya jejak tradisional Indonesia, tapi tampilannya tetap internasional.

    Eksplorasi

    Fragmen selanjutnya yang ditampilkan pada latar belakang layar adalah video masyarakat Bali yang menjalankan tradisi atau upacara adat pada sore hari. Ada lima rancangan pakaian khas Bali yang elemen tradisionalnya ditunjukkan lewat bawahan kain songket Bali.

    Auguste tidak terlalu banyak memainkan warna terang pada koleksi atasan di segmen ini. Ia coba memadukan elemen itu dengan warna cerah pada corak tenunan songket Bali yang lebih geometrik.

    ”Menurut saya, Bali zaman sekarang sebagian besar sudah westernized sekali. Saya ingin menunjukkan baju-baju yang bisa dipakai di Bali masih punya jejak tradisional Indonesia, tapi tampilannya tetap internasional. Jadi, bukan baju barat dan bukan juga baju tradisional panggung (setengah kostum), saya mencari jalan tengah,” ucapnya.

    Kali ini eksplorasinya dengan memadukan songket Bali menghasilkan pendekatan yang menyenangkan dan segar. Bisa dikatakan bahwa penggunaan kain tradisional tidak membuat fokus orang akan langsung tertuju pada kainnya, tetapi justru ke desain baju atasan yang anggun nan elegan.

    Salah satu contohnya terlihat pada rancangan blus atasan berbahan viscose yang dipadukan songket Bali berwarna dasar kemerahan. Blus itu menciptakan efek melayang dan jatuh mengikuti garis potongan. Siluet pakaiannya terlihat longgar sehingga menghadirkan ruang gerak yang cukup nyaman bagi yang mengenakan. Sementara kain songket yang dibuat tegak lurus membuat anggun secara tampilan keseluruhan.

    Tampilan wastra tak tampak mendominasi. Sebaliknya, perpaduan bahan tradisional dan rancangan yang modern justru saling menguatkan. Koleksi atasan pada segmen ini terlihat akan mudah dipadu padan dengan berbagai macam bawahan selain kain. Ruang keleluasaan ini membuat koleksi ini bisa berdaya pakai panjang.

    ”Ini kan koleksinya Bali, tapi Bali zaman sekarang itu masih ada semua pengaruh, ya. Saya mau kasih lihat bahwa masih ada tradisionalnya sedikit dan tradisional itu sebenarnya bisa berkembang,” tuturnya.

    Nyaman

    Kenyamanan yang diutamakan ini terlihat dari pemilihan jenis kain yang digunakan. Sebagian besar desain rancangan yang hadir dalam koleksi ini menggunakan linen premium, salah satunya desain jaket parka linen. Daya serap tinggi yang dimiliki kain linen membuat parka ini cocok dipakai dalam cuaca panas sekalipun, seperti di Bali.

    Menjelang pengujung pergelaran, tampil gaun panjang berbahan laminated lurex crepe yang cukup mencuri perhatian. Di bawah cahaya lampu, gaun ini memantulkan kilau lembut yang memberi aura glamor elegan yang pas. Keglamoran dalam garapan Auguste senantiasa terasa senyap, tak berteriak. parfum lokal

    Potongan gaunnya membentuk kesan anggun saat sang model melangkah. Tambahan aksen ikat pinggang membuat tubuh terlihat ramping dan kaki lebih jenjang.

    Di balik setiap rancangan minimalis Auguste selalu tersimpan pesan yang tak terucap, tapi bisa dirasakan. Dalam proses kreatifnya, dia selalu mempertanyakan sesuatu. Satu hal yang diyakininya, sebuah desain itu bisa berevolusi ketika perancangnya mempertanyakan sesuatu.

    ”Saya tahu ada batasan-batasannya, tetapi batasan itu tetap punya ujungnya sampai di mana. Nah, bagian itu yang selalu saya coba mainkan dan dorong terus,” ujar perancang yang sejak kecil menjadi kosmopolit itu.

    Bagi dia, tahap penelitian atau melakukan riset itu amat penting. Tidak hanya terlihat bagus secara estetika, tapi harus juga diikuti dengan penelitian. Sekali lagi, Auguste selalu memperhatikan detail kenyamanan, bukan demi estetika saja.

    Koleksi Bali milik Auguste menjadi contoh bahwa setiap ide yang datang harus diendapkan untuk kemudian diwujudkan. Setelah menyelami masa lalu dan merespons masa kini, api semangat bereksplorasinya dibiarkan terus menghangat.

    Parfum AXL